ShareThis

RSS

The best worst day

Beberapa hari yang lalu
Benar2 membuatku terpuruk
Aku sudah memikirkan matang-matang sebelumnya
"Ok, i'll be fine. They'll laugh, and i know it. So just fine, just deal with it. I don't care if i have a bad voice or whatever."
Aku tetap maju

Sebelumnya memang sempat terfikir untuk berhenti
Karna jujur, lagu juga belum siap
Latihan baru ala kadarnya
Jauh dari kata bisa untuk juara

Tapi ya memang, temanku sudah bilang
"Kita bukan target juara kok rin"
Ya, tapi tetap saja
Juara adalah harapan semua

Sampai sebelum hari H
Lagupun belum dibuat
Keputus asaan menghampiri
Ya mau gimana lagi, akhirnya pasrah akan keadaan

Dalam perjalanan pulang
Ada terbesit inspirasi
Nada yang mampir, lirik yang singgah
Seakan menyatu membentuk lagu yang cukup untuk kita nyanyikan esok

Malamnya, langsung ku persiapkan lagunya
dan kuberitahu bahwa "Ayo kita jadi kok"
Optimis mulai kembali
Walau ku sadar, target ku tetap bukan juara

Harinya pun tiba
Tak bisa di elak
Hadapi saja
Layaknya Rusa yang menghadapi besarnya Sungai

Malu
Pasti
Karna ini pertama kalinya dalam hidupku
Tampil di depan orang banyak, bersama 2 temanku

Aku tidak peduli jika aku dicemooh akan penampilanku yang jelek
Yah inilah aku
akhirnya tiba juga, kelas kita dipanggil
dengan perasaan takut , aku maju

Aku tak paham, kenapa
Kenapa bisa separah ini
Kenapa, apa yang salah
Aku tak sadar kalau seburuk ini

Maaf
Aku memang tak peduli jika aku terlihat bodoh
Tapi aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri
Jika aku membuat malu teman-temanku dihadapan umum

Aku masih tak bisa memaafkan diri
Aku menjauhi semua orang
Layaknya aku membenci mereka semua
Padahal akulah yang sangat membenci diriku sendiri

Tak terpikirkan sebelumnya
Kalau, bukan hanya aku yang menanggung malu ini
Tapi teman-temanku juga
Aku sungguh orang yang egois

Hampir semua bilang
"Yaudah lah rin, gua juga ngelakuin kesalahan kok"
Yang ada dalam benakku
Setiap tindakanku pada hari itu, tak ada yang kebenaran

Malu
Bukan karna aku mempermalukan diriku sendiri
Tapi karna aku, teman-temanku jadi kena getahnya
Karna ku, teman-temanku juga yang mendapat hasil kebodohanku

Aku tak bisa memaafkan diri sendiri
Sempat terpikir
Kenapa aku masih hidup? Kalau ternyata kehadiranku dimana-mana malah memperburuk keadaan
Aku tak bisa memaafkan ... diri sendiri

Aku renungi
Apa yang salah
Aku sudah berusaha untuk mencoba, seperti para guruku bilang
Tapi, aku tak sadar, kegagalanku, mengikutsertakan orang-orang yang tak bersalah

Aku sepertinya sudah lelah untuk bangkit
Jatuh setelah bangkit
Bukan, Jatuh saat masih jatuh padahal baru berniat untuk bangkit
Itu teramat sakit

Tapi, tak bosan kata-kata ini kulihat dimana-mana
"Setiap kejadian ada hikmahnya"
Tapi apa? Seseorang tolong beritahu
Apa hikmah dibalik kebodohan diriku ini?

Butuh waktu
Biarkan aku yang menemukan sendiri
Aku tak mau kalah
Dengan diriku sendiri

(Masih) Dibawah langit yang sama

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Some

"Some just gone, few choose to stay.
But they'll go one day later.
In the end, nothing will stay."


(Masih) Dibawah langit yang sama

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ini Mimpiku

Aku berada di tengah keramaian orang orang,
yang sibuk mengejar mimpinya…
Aku melihat indahnya dunia,
di kota-kota yang berbeda nyata sekali…
Ini mimpiku...
Yang tak pernah berhenti...
Ini mimpiku…

Aku percaya didalam hidupku,
kan ada mimpi yang Tuhan ijinkan terjadi...
Manis airmata pengorbananaku,
takkan pernah membuatku berhenti percaya….
Ini mimpiku...
Yang tak pernah berhenti...
Ini hidupku...
Semangatku juga karena semua yang kucinta…
Aku masih sanggup tuk trus berjalan…
Ini mimpiku...
Ini mimpiku...
Ini mimpiku...
Yang tak pernah berhenti...
Ini hidupku...
Yang kuyakin terjadi...
Ini mimpiku...

Ini mimpiku - Claudia Sinaga
(Masih) Dibawah langit yang sama

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Siapa mereka?

Mereka hanya bisa tertawa
saat kita terpuruk
Mereka hanya bisa tersenyum

saat kita terluka

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Arti

Pagi ini aku terbangun dalam diam
Berfikir untuk melakukan apa yang harus kulakukan
Tapi kenapa aku melakukannya?
Sebenarnya apa arti semua ini?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Seseorang yang tidak kuketahui

Tuhan,
Siapapun dia
Dimanapun dirinya berada
Dia yang kau sembunyikan
dari fana nya hidupku
Dia yang kau tidak tunjukkan
dari ego nya diriku

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TAI DI PAGI HARI

Pagi
Dirimu yang selalu disini
Tak terelakkan, Kaulah yang selalu menyapa hati ini
Sebelumnya diriku tak sadar akan apa yg ku rasakan ini
Apakah ini cinta? atau hanya sekedar rasa ingin memiliki?

Kucoba untuk menahan hati
Namun bayang-bayangmu selalu menghampiri
Laksana sinar matahari di malam hari
Dirimu selalu ada, merasuk ke dalam pikiran ini

Sudah lama ku menanti
Dari mulai kau sendiri, ampe jadian lagi, ampe sendiri lagi
Namun aku hanyalah lelaki tanpa nyali
Yang berniat memendam perasaan ini hingga mati

Sudah ku coba untuk curhat sana sini
Dari mulai azhari, astuti, rafli, renaldi hingga pak dwi
Namun intinya sama aja si
"Cowo bukan? Main aja sama game hiu2an sono lagi."

Ya, ku mulai berdoa untuk meyakinkan hati
Aku mulai bertanya-tanya kepada sang illahi
"Ya Allah, jika dia memang jodohku, maka pertemukanlah kami."
"Namun jika dia bukan jodohku, maka jodohkanlah kami."

Memang sedikit maksa si, ya tapi mau gimana lagi
Diriku memang ingin dirimulah yang menemani
Tak bisa kupungkiri, aku tak kuasa untuk memendam rasa ini
Ya, aku meyakinkan diri untuk melangkah walau masih main di kandang sendiri

Kucoba untuk mendekati, kalau kata orang sih perlahan tapi pasti
Tapi bagiku itu "Yang penting gak main hiu2an lagi."
Dari mulai McFlurri, GJ UI, hingga masuk Obake Yashiki
Itu semua kulakukan, untuk meyakinkan "Hey, aku disini"

Tapi ketakutan selalu hadir dalam benak ini
"Kalo ditolak, apa gua nanti gantung diri?"
"Apa gua nanti nyilet-nyilet kaki dan tangan gua sendiri?"
Yailah gak segitunya juga kali

Sampai tiba saatnya, kuberanikan diri sebagai lelaki sejati
Untuk mencoba sekedar mencurahkan isi hati
Walaupun tangan dingin, badan menggigil, seperti orang terkena wabah ECOLI
Tapi aku tak peduli, yang penting dirimu harus mengerti tentang rasa ini

.....
Dirimu baik sekali, kau menolak tanpa menyakiti hati
Ya, aku sudah siap akan semua ini
Tapi ada satu hal yang membuat diriku masih tak mengerti
Mengapa kau menjauh ? Mengapa dirimu pergi ?

Apa aku salah? Apa aku tak boleh menyatakan maksud perasaan ini?
Kau juga yg mengajarkan kepadaku "Yailah rin, udah nyatain aja, masalah ditolak mah masalah nanti-nanti."
Tapi kenapa kau menjauh dari diri ini?
Padahal aku bisa terima, walau sambil nangis-nangis di pinggir kali

Dirimu sudah pergi, ragamu tak kemana-mana namun jiwamu seperti hilang dari dunia ini
Tertawamu bukan lagi seperti yang kudengar saat-saat bercanda seperti dulu lagi
Nyanyianmu tidak semerdu lagi yang kuingat saat kau bernyanyi untuk menghibur diri ini
Sapaanmu juga tidak lagi sehangat mentari pagi, tapi senyummu tetap hangat bagai tahu isi

Aku tak tahu harus melakukan apa lagi
Aku bagai kapal tua yang kehilangan nahkoda ditengah tsunami
Penolakanmu tak melukai sedikitpun perasaan ini
Tapi sikap menjauhmu lah yang membuat runtuh semua mimpi ini

Butuh waktu memang untuk terbiasa dengan dirimu yang seperti saat ini
Tapi ya mau gimana lagi, semua sudah terjadi
Layaknya bubur udah jadi nasi
Ya nikmatin aja kali

Kata orang, "Hidup kalau lurus-lurus aja ga seru kali."
Tapi bagiku, semua ini terjadi karna tuhan punya alasan pasti
Bukan hanya sekedar untuk seru macam film aksi
Semua terjadi karna kuyakin tuhan tahu yang terbaik bagi hati kecil ini

"Life must goes on" kata mereka mengingatkan diri ini
Diriku harus tetap melangkah, tak boleh berhenti disini
Kau tidaklah jahat, dirimu tetaplah baik seperti sebelum semua ini terjadi
Kau tetaplah yang kukenal, seorang wanita berkepribadian baik yang membuat diri ini menjadi lebih baik lagi

Masih banyak tempat di bumi yang belum kudatangi
Masih banyak nada indah yang belum didengar telinga ini
Masih banyak ayat qur'an yang belum sempat untuk ku amalkan di hidup ini
Masih banyak mimpi ku, mimpi orang tua ku, mimpi teman-teman ku yang belum sampai

Terima kasih, atas segala hadirmu dalam hidup ini
Terima kasih, atas segala perkataanmu yang telah membuatku menjadi manusia lebih hebat di bumi ini
Terima kasih, wahai pujaan hati
Terima kasih, ya pokoknya makasih oii

Tapi lucu ya? Hati ini masih berharap bahwa suatu hari nanti kita akan disatukan lagi
Mungkin disatukan dengan cara yang lebih suci? Karna tuhanlah yang akan menjaga perasaan ini
Aku hanya bisa berkata "Amiin" sambil nyanyi lagu "The man who can't be move" tanpa henti
Pokoknya, "Kau tak akan terganti."

Pada akhirnya, aku gagal lagi
Yah mungkin ini yang pertama, tapi sungguh begitu berkesan di hati
Sampai-sampai aku lupa mandi
Saat kutulis rima ini

Aku lah sang pencari belahan hati
Yang sangat tidak percaya dengan kata-kata "Cinta tak harus memiliki."
Tapi akhirnya aku mengerti
Bahwa kata-kata itu benar sekali
Tai

(Masih) Dibawah langit yang sama

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hey, It was you all the time.

It was you all the time
Ya, semuanya...
Si Petani, Cowo yang terlalu berharap, bahkan kereta itu
Ya itu semua tentang bagaimana rasa ini terhadap lu
Kalau lu tanya, "Kenapa lu sayang sama gua? Kenapa lu Cinta sama gua?"
Jawabannya bisa simpel dan bisa juga ada sejarahnya
Ya, gua sayang karna lu, karna gua yakin, gua sudah menemukan perempuan yang benar jodoh gua karna gua berani mengakui perasaan ini di depan Allah SWT, gua ga berani main-main dengan yang maha kuasa...
Memang cinta gak butuh alasan, benar, rasa ini pun sama seperti tanpa alasan...
Tapi semua itu berawal saat lu mulai menyapa hati ini yang kosong, bahkan gua ga peduli tentang apa itu cinta-cintaan pada saat itu, hanya saja lu terus hadir di setiap hari gua...
Ya, awalnya risih emang, "Ini cewe kenapa sih, kayaknya pecicilan banget gak bisa anteng."
Gua lalui hari-hari biasa saja, tapi lu selalu warnai hari itu dengan senyuman dan suara lu...
Iya manis memang, tapi gua waktu itu belum sadar tentang rasa itu...
Tapi gua semakin terbiasa dengan dirilu yang selalu ada di setiap hari-hari gua...
Iya dan gua semakin penasaran tentang rasa ini...
Iya, lu gak sengaja udah ngejatuhin bibit di ladang hati gua yang tandus ini... Walaupun lu gak ada niat untuk nanam, tapi bibit itu jatuh dengan sendirinya...
Dan gua tersadar, saat suatu hari gua ga bisa liat lu...
Gua ngerasa ada yang salah dengan diri gua saat itu...
Bingung...
Mungkin Dota? Nah itu gak berhasil
Oh iya gua belom dengerin musik, tapi yang gua cari malah Playlist galau, bukannya lagu-lagu penyemangat jiwa...
Apa ini? Kenapa ini?
Ya gua sadar... Ini semua tentang lu selama ini...
Lu yang mewarnai hari gua, yang bahkan gua ingin mengakhiri hari dengan cepatnya
Namun lu selalu ada membawa indahnya cinta.
Iya semenjak itu gua rawat benih ini, hingga akhirnya gua baru tahu...
Lu sudah ada yg punya...
Gua mundur waktu itu,
iya bibit ini belum gua siram, tapi masih ada di tempatnya...
Gua coba melupakan, ya tetap tidak bisa mau gimana lagi
Gua tetap menanti...
Sampai suatu hari, lu bilang ke gua... "Rin, gua putus sama dia."
Ya, baru kali ini ada perasaan senang tapi sedih yang menggebu-gebu
Gua ga tau harus merespon gimana, gua ga bisa ngomong apa-apa...
Gua biarkan dulu dirilu sejenak menangisinya, ia dia yg sempat membahagikan mu
Gua hargai itu...
Waktu pun tak bisa berhenti, ia terus berjalan
Hingga akhirnya gua 'gedeg' sendiri melihat lu terus menangisi orang yang bahkan udah punya yg baru lagi dengan secepat itu!
Bahkan dia bohong sama gua, yg insyaallah gua temennya juga, dia bilang kalau dia masih 'jomblo'.
Namun kenyataannya? Sudah ada wanita lain di bionya!
Iya, gua ga berani bilang itu semua ke elu
Gua tau hati lu masih ada didirinya, lu yg udah terlalu sayang sama dia
Tapi gua mencoba, gua mencoba untuk seenggaknya lu melupakan masinis itu...
Yang sudah membawa lu kemana-mana, lalu menurunkan lu lagi di stasiun yang sama...
Gua ga mau lu menjadi penumpang yang cuma menunggu di satu stasiun yg sama, tanpa tahu apakah kereta itu akan kembali...
Mungkin kembali, tapi apakah masih dengan perasaan yang sama? Apakah ia masih membawa serpihan hati yang lu tinggalkan?
Apa lu yakin udah ga ada penumpang lain di dalam kereta itu? Padahal lu udah tau jawabannya...
Iya nanti dia akan kembali, tapi apa yg lu harapkan? Apa dia masih seperti dia yg lu kenal? Apa dia masih dirinya yang dulu memberikan hal-hal indah, yg mungkin lu bahkan sudah ga ingat rasanya di mana...
Apa lu gak takut nanti dia cuma balik tapi lewat gitu aja sembari meninggalkan angin-angin masa lalu tanpa dia ingin ulang lagi...?
Gua memang belum berani, gua hanya kereta yang bisa menunggu hingga nanti kau masuk sendiri ke kereta ini...
Seenggaknya gua ingin lu 'move on' dari dia...
Tapi ternyata gua salah...
Pernah suatu ketika, lu cerita semua tentang dia
Ya mungkin gak semua, tapi lu cerita banyak tentang dia...
Dan ada kata-kata yang jujur gua belum pernah ngerasain rasanya 'sedahsyat' itu, iya terlampau pedih...
'Tapi rin, gua ga mau jadian sama dia lagi, gua cuma ingin dia ada di masa depan gua, doain ya rin.'
Iya lu berkata itu sembari melempar senyuman ke gua, yg sejatinya bukan untuk gua...
'Iya', jawab gua....
Ya, Semenjak saat itu...
Keraguan teramat besar muncul
Rasa takut ini muncul
Dan gua selalu berpikiran,
'Gua cuma bisa mencintai dalam hati, dan alangkah bagusnya seperti itu.'
Gua teramat yakin dengan kata-kata itu, gua bahkan beranggapan, 'Kalo lu bahagia sama orang lain, kenapa enggak? kenapa musti sama gua?'
Gua berbicara dalam semu, gua cuma bisa tersenyum menutupi perasaan ini
Bahkan gua mencoba untuk meng'iyakan' kata-kata lu sebelumnya, untuk mendoakan lu kembali kepada dia...
Yah, gua memang salah
Gua bisa berpura-pura didepan teman-teman gua, gua bahkan bisa membohongi diri gua sendiri
Tapi gua gak bisa berbohong di depan Allah SWT, gua gak bisa... Maaf gua berbohong sama lu...
Gua ragu, gua bimbang...
Gua mencoba memupuk lagi rasa ini, gua coba menguatkan lagi cinta ini...
Ya gua mencoba perlahan tapi pasti untuk meyakinkan kalau kata-kata gua itu salah,
'Cinta tak harus memiliki' itu bukan kata-kata yg benar!
Gua ingin memiliki lu, tapi disisi lain gua takut nanti suatu saat menyakiti lu...
Gua takut gua menjadi orang yg sama seperti dia, yang menyakiti lu lalu pergi begitu aja....
Gua gak mau itu terjadi...
Ya benar, itu terjadi... Bahkan sebelum gua masih menjadi bukan siapa-siapa lu...
Saat di suatu acara, jujur gua ingin ketemu sama lu...
Ngobrol bareng, ketawa bareng, nyanyi bareng, ya pokoknya gua ingin jalani hari seperti biasanya...
Tapi dilain sisi gua takut ketemu, gua ga berani...
Gua takut kalo gua nanti menyakiti perasaan lu, gua terlalu 'copo' hanya untuk sekedar menatap mata lu...
Iya, pada akhirnya
Gua 'mengacuhkan' lu...
Gua terlalu susah untuk menampilkan rasa 'biasa' di depan teman-teman gua
Karna rasa ini memang tidak biasa,
Iya, gua menyakiti perasaan lu...
Secara gak sengaja, benar-benar gak sengaja...
Saat itu juga gua cuma bisa merenung,
'Apa yang harus gua lakukan?'
Disaat-saat terakhir lu mungkin 'sempat marah' ke gua,
'Tapi lu judes gitu rin sama gua!'
.......
Diam
Gua ga bisa ngomong apa-apa...
Gua sangat menyesali kejadian seharian itu...
Tapi Alhamdulillah, gua menyadari sesuatu...
Selama diperjalanan, gua berusaha mencari-cari apa yang salah dari gua...
Dan gua berpikir,
Gua berdoa sepanjang waktu,
Tapi tanpa usaha
Iya...
Itu mungkin 'sentilan' dari Allah SWT buat gua
Allah SWT menjawab doa gua, Allah SWT sedang menguji gua
Apa benar gua lelaki pantas buat lu, apa benar gua bukan lelaki pecundang yang hanya bisa umbar ucapan dan janji seperti kebanyakan lelaki diluar sana?
Apa benar gua lebih baik dari orang yg pernah menyakitilu itu, atau gua malah lebih buruk dari orang itu?
Apa benar doa gua yang selama ini gua panjatkan itu benar-benar tulus dari dalam hati gua...?
Iya gua tersadar sesuatu dibalik semua itu, Gua harus membuktikan ke elu...
Iya, gua harus bisa menunjukan kalau gua ini memang jodohlu, dan lu memang juga jodoh gua...
Gua ini berbeda dengan dia, gua memang gak seperti dia, tapi gua insyaallah akan berusaha menjadi diri gua yang lebih baik dari sebelumnya...
Ya gua harus buktikan itu, ke Allah SWT dan ke elu
Iya, sejak saat itu Rasa 'Berani' sedikit ada...
Di bawah hujan gua beranikan untuk telpon lu sekedar menyampaikan Rasa minta maaf gua...
Iya walaupun gua belum berani untuk langsung ke rumah lu, tapi setidaknya gua udah berani ngomong sama lu...
Semenjak 'sentilan' itu gua merasa Allah SWT menjawab doa gua
Gua sekarang hanya tinggal membuktikan, iya gua harus berani...
Gua sayang sama lu, gua ingin gua yg menemani lu hingga akhir hayat lu...
Gua ingin, lu menjadi orang yang pertama gua sapa di setiap waktu sebelum gua memulai hari
Gua ingin, gua bisa menjadi orang yang lu peluk bahagia saat lu menggapai impian lu...
Gua ingin nanti menjadi ayah yang bertanggung jawab dunia akhirat bagi keluarga yang kita bangun nanti...
Gua ingin, menjadi orang yang menanggung beban-beban lu disaat lu merasa lu udah ga sanggup...
Gua ingin menjadi orang yang menghapus air mata lu dikala lu sedih...
Gua ingin menemani lu ...
Iya gua ingin menjadi orang terakhir yang lu ajak ngobrol di masa tualu, hingga nanti ajal memisahkan kita...
Iya, gua juga berharap lu menginginkan hal yang sama dari gua, dan gua yakin itu...
Gua ga mau kehilangan lu, dan semoga rasa lu juga sama...
Hey...
Buah ini sudah panen, sudah masak...
Tinggal gua tunjukkan ke elu, buah ini sudah matang...
Hey...
Gua lah si kereta itu yang menunggulu 'di manggarai'...
Gua ga mau ngajak lu masuk ke gerbong
Gua maunya lu ada di 'Kokpit kereta'
Iya kita jalankan kereta ini bersama-sama, kita lah 'Masinisnya', bukan lu atau gua...
Kita lah yang menentukan arah kereta ini...
Tulisan ini gua buat, bertujuan untuk kalau nanti gua udah memiliki lu, tapi gua 'lupa' sama lu...
Biar tulisan ini yang menjadi saksi, betapa sesungguhnya gua mencintai lu...
I Hope, the 'happy ever after' really exist...
Jikalau gua 'melupakan lu', berarti gua sudah berbohong kepada Allah SWT..
Iya, ini pertama kali gua benar-benar mencintai seseorang karna Allah SWT, yang gua maksudkan sebagai jodoh gua nanti...
gua sayang sama lu dan gua berharap lu juga sayang sama gua...
It was you all the time, forever and ever...

Rino Faizar Apriansyah to My Beloved

(Masih) Dibawah langit yang sama

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teman

Temen yang baik itu mengurangi rasa sakit yang diterimanya saat temannya terkena busur panah, namun sahabat sejati itu langsung mencabut busur panah itu dengan tangannya sendiri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah

Suatu hari gua punya temen, mereka memperjuangkan seorang cewe.
Akhirnya yang satu ngalah, yang satu menyerah.
Tamat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS