Beberapa hari yang lalu
Benar2 membuatku terpuruk
Aku sudah memikirkan matang-matang sebelumnya
"Ok, i'll be fine. They'll laugh, and i know it. So just fine, just deal with it. I don't care if i have a bad voice or whatever."
Aku tetap maju
Sebelumnya memang sempat terfikir untuk berhenti
Karna jujur, lagu juga belum siap
Latihan baru ala kadarnya
Jauh dari kata bisa untuk juara
Tapi ya memang, temanku sudah bilang
"Kita bukan target juara kok rin"
Ya, tapi tetap saja
Juara adalah harapan semua
Sampai sebelum hari H
Lagupun belum dibuat
Keputus asaan menghampiri
Ya mau gimana lagi, akhirnya pasrah akan keadaan
Dalam perjalanan pulang
Ada terbesit inspirasi
Nada yang mampir, lirik yang singgah
Seakan menyatu membentuk lagu yang cukup untuk kita nyanyikan esok
Malamnya, langsung ku persiapkan lagunya
dan kuberitahu bahwa "Ayo kita jadi kok"
Optimis mulai kembali
Walau ku sadar, target ku tetap bukan juara
Harinya pun tiba
Tak bisa di elak
Hadapi saja
Layaknya Rusa yang menghadapi besarnya Sungai
Malu
Pasti
Karna ini pertama kalinya dalam hidupku
Tampil di depan orang banyak, bersama 2 temanku
Aku tidak peduli jika aku dicemooh akan penampilanku yang jelek
Yah inilah aku
akhirnya tiba juga, kelas kita dipanggil
dengan perasaan takut , aku maju
Aku tak paham, kenapa
Kenapa bisa separah ini
Kenapa, apa yang salah
Aku tak sadar kalau seburuk ini
Maaf
Aku memang tak peduli jika aku terlihat bodoh
Tapi aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri
Jika aku membuat malu teman-temanku dihadapan umum
Aku masih tak bisa memaafkan diri
Aku menjauhi semua orang
Layaknya aku membenci mereka semua
Padahal akulah yang sangat membenci diriku sendiri
Tak terpikirkan sebelumnya
Kalau, bukan hanya aku yang menanggung malu ini
Tapi teman-temanku juga
Aku sungguh orang yang egois
Hampir semua bilang
"Yaudah lah rin, gua juga ngelakuin kesalahan kok"
Yang ada dalam benakku
Setiap tindakanku pada hari itu, tak ada yang kebenaran
Malu
Bukan karna aku mempermalukan diriku sendiri
Tapi karna aku, teman-temanku jadi kena getahnya
Karna ku, teman-temanku juga yang mendapat hasil kebodohanku
Aku tak bisa memaafkan diri sendiri
Sempat terpikir
Kenapa aku masih hidup? Kalau ternyata kehadiranku dimana-mana malah memperburuk keadaan
Aku tak bisa memaafkan ... diri sendiri
Aku renungi
Apa yang salah
Aku sudah berusaha untuk mencoba, seperti para guruku bilang
Tapi, aku tak sadar, kegagalanku, mengikutsertakan orang-orang yang tak bersalah
Aku sepertinya sudah lelah untuk bangkit
Jatuh setelah bangkit
Bukan, Jatuh saat masih jatuh padahal baru berniat untuk bangkit
Itu teramat sakit
Tapi, tak bosan kata-kata ini kulihat dimana-mana
"Setiap kejadian ada hikmahnya"
Tapi apa? Seseorang tolong beritahu
Apa hikmah dibalik kebodohan diriku ini?
Butuh waktu
Biarkan aku yang menemukan sendiri
Aku tak mau kalah
Dengan diriku sendiri
(Masih) Dibawah langit yang sama






