ShareThis

RSS

OOP & Framework

Halo, eh...
Yak akhirnya saya nulis blog lagi, walau Joomla yg kemarin belum sempet di update tapi yasudahlah...
Sekarang kita ke materi baru dulu...
Kita akan berkenalan dulu dengan Framework, eitss sebelum itu kita harus memahami dulu Apa itu OOP (object-oriented programming) atau dalam bahasa indonesia disebut Pemrograman berorientasi Objek.


Untuk penjelasannya , saya kutip dari agiptek.com ya
(Karna penjelasan OOP menurut dia itu paling mudah dipahami)

OOP:
Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek.
Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya, Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat
Oke, udah ngerti OOP kan?
Nah sekarang kita lanjut nih ke penjelasan Framework..
Framework itu sebenarnya gini, semisal anda sedang membuat web dari awal, berarti anda harus menulis semua script dari awal satu persatu. Lalu anda ingin membuat web lagi, agar lebih menghemat energi, anda hanya perlu mengubah-ubah script yg anda butuhkan saja. Sedangkan script yg kurang lebih sama tidak anda ubah, lalu lama kelamaan anda merasa kalau script yg tidak perlu diubah itu lebih baik anda kumpulkan dalam koleksi script anda (library).Jadi jika sewaktu-waktu anda ingin membuat website lagi, anda hanya perlu melihat/memanggil script yg sudah anda kumpulkan tersebut. Dan kurang lebih seperti itulah cikal bakal Framework.



Saat ini banyak sekali framework berbasis PHP, diantaranya yang paling populer adalah Zend Framework, Symphony, Prado, CakePHP, CodeIgniter (ini adalah favorit saya) dan lain-lain.

Menurut beberapa survei, CodeIgniter adalah framework yang paling mudah dipelajari, karena keserhanaan strukturnya dan kelengkapan dokumentasinya yang baik. Selain itu, kerapian kode (clean and healthy code) dan ukurannya yang ramping membuatnya lebih cepat diakses dibandingkan dengan framework lainya.

Perlu diketahui nyaris (bahkan mungkin semua) framework menggunakan konsep yang sama dalam membangun suatu aplikasi, yaitu konsep MVC (Model View Controller). Kesimpulannya, kalau kita memahami MVC, maka secara garis besar kigta sudah menguasai framework, apapun jenis frameworknya. Dan satu lagi kuncinya, pemahaman terhadap OOP (Object Oriented Programming) akan sangat membantu dalam menguasai framework.
Di bahasan selanjutnya, insyaallah saya akan membahas tentang Framework yg saya gunakan sekarang, yaitu CodeIgniter. Stay Tune ya!



Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda, jika ada kata-kata yg kurang berkenan saya minta maaf. - See more at: http://mastterbejo.blogspot.com/2013/07/perkenalaan-joomla-bagian-1.html#sthash.YQi8zNsx.dpuf
Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda, jika ada kata-kata yg kurang berkenan saya minta maaf.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda, jika ada kata-kata yg kurang berkenan saya minta maaf. - See more at: http://mastterbejo.blogspot.com/2013/07/perkenalaan-joomla-bagian-1.html#sthash.YQi8zNsx.dpuf

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar